Sebarkan Kebaikan, Sebarkan Kasih Sayang, Jalin Persaudaraan, Jalin Kebersamaan

Senin, 25 Mei 2009

Quis Perilaku Organisasi

Quiz 1

Perilaku Organisasi

Dosen : Ahmad Warsa

 

 

1.    Terangkan apakah yang dimaksud dengan organisasi dan apa hubungannya dengan perilaku ?

 

Jawab :

Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktifitas kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan. Unsur-unsur dalam organisasi :

-          Organisasi merupakan suatu sistem, terdiri dari sub sistem atau bagian-bagian yang dalam melaksanakan aktifitasnya saling berkaitan satu sama lain;

-          Memiliki Pola aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang di dalam organisasi pada umumnya mengikuti pola tertentu dengan urutan pola kegiatan relatif teratur dan berulang-ulang;

-          Organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang saling bekerja sama dan melengkapi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

-          Organisasi didirikan untuk mencapai suatu tujuan, baik tujuan jangka panjang bersifat abstrak ( Misi ), maupun tujuan jangka pendek = Tujuan operasional ( Obyektif).

 

Hubungannya dengan perilaku :

Organisasi merupakan kumpulan orang-orang. Mereka saling berinteraksi satu sama lain, saling bekerja sama untuk mencapai tujuan, dengan membawa perilaku masing-masing. Dimulai dari tingkat individu, kelompok dan organisasi, perilaku tersebut akan sangat membawa dampak bagi dinamika dan perkembangan suatu organisasi. Dampak yang timbul bisa berupa dampak positif yang akan membawa kemajuan bagi organisasi, dan dampak negatif yang akan berpengaruh buruk bagi organisasi.

 

Organisasi diciptakan oleh manusia untuk mencapai suatu tujuan, dan pada saat yang sama manusia juga membutukan organisasi untuk mengembangkan dirinya. Oleh sebab itu antara organisasi dengan manusia memiliki hubungankan yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Untuk itu perlu mempelajari perilaku organisasi agar bisa mengurangi dampak negatif yang mungkin muncul. Perilaku Keorganisasian merupakan bidang studi yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam organisasi, meliputi studi secara sistimatis tentang prilaku, struktur dan proses dalam Organisasi

  

2.    Sebutkan karakteristik Perilaku Organisasi dan tujuan orang mempelajarinya ?

 

Jawab :

Karakteristik Perilaku Organisasi adalah :

a.    Perilaku, fokus dari perilaku keorganisasian adalah perilaku individu dalam organisasi, oleh karenanya harus mampu memahami perilaku berbagai individu dan organisasi.

b.    Struktur, berkaitan dengan hubungan yang bersifat tetap dalam organisasi, bagaimana pekerjaan dalam organisasi dirancang, dan bagaimana pekerjaan diatur. Struktur organisasi berpengaruh besar terhadap perilaku individu atau orang dalam organisasi serta efektifitas organisasi.

c.    Proses, proses organisasi berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara anggota organisasi. Proses organisasi meliputi : komunikasi, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan dan kekuasaan. Salah satu pertimbangan utama dalam merancang struktur organisasi adalah agar berbagai proses tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien.

 

Tujuan mempelajari perilaku Organisasi:

a.    Memahami perilaku yang terjadi dalam organisasi.

b.    Dapat meramalkan kejadian-kejadian yang terjadi.

c.    Dapat mengendalikan perilaku-perilaku yang terjadi dalam organisasi

 

3.    Apakah yang dimaksud dengan persepsi. Pada prakteknya kadang-kadang terjadi kesalahan dalam mempersepsikan orang lain, sebutkan dan jelaskan kesalahan dimaksud.

 

Jawab :

Persepsi adalah suatu proses memperhatikan dan menyeleksi, mengorganisasikan dan menafsirkan stimulus lingkungan.

 

Sejumlah kesalahan dalam mempersepsikan orang lain adalah :

a.    Stereotyping adalah menilai seseorang hanya atas dasar satu atau beberapa sifat kelompoknya.

b.    Halo effect adalah kecendurangan menilai seseorang hanya atas dasar salah satu sifatnya saja.

c.    Projection adalah kecenderungan seseorang untuk menilai orang lain atas dasar perasaan dan sifatnya.

 

4.    Kepribadian seseorang amat berpengaruh terhadap perilaku individu orang bersangkutan, jelaskan tiga teori yang berhubungan dengan kepribadian

 

Jawab :

Tiga teori yang berhubungan dengan kepribadian :

a.    Teori Psikoanalitis (Psyanalitic Theory), dikemukan oleh Sigmund Freud. Teori ini membedakan kepribadian ini menjadia tiga komponen yaitu Id, Ego, dan Super Ego. Id merupakan bagian kepribadian yang mengandung kata hati untuk menghasilkan kepuasan dan mengejar kesenangan. Super ego merupakan bagian kepribadian yang diserap selama manusia itu tumbuh dan merupakan gudang nilai diri dalam pribadi seseorang. Ego merupakan bagian kepribadian yang berupaya untuk memuaskan Id, tetapi dengan tidak melanggar norma-norma masyarakat;

b.    Teori Pemenuhan (Fulfillment Theory), dikemukakan oleh Carl Rogers ( th 1902-1987) dan Abraham Maslow ( th 1908-1970). Teori ini didasarkan pada suatu premis bahwa manusia hanya memiliki satu dasar kekuatan yang secara terus menerus mendorongnya ke arah pemenuhan akan aktualisasi diri. Sifat sebenarnya dari kepribadian manusia adalah berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan sejalan dengan tuntutan dari masyarakat.

c.    Teori Konsistensi. Teori ini menganggap bahwa kepribadian manusia dipelajari melalui pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Salah satu teori yang terkenal adalah Teori Disonansi Kognitif. Menurut teori ini, manusia memiliki suatu keinginan untuk mempertahankan konsistensi sikap kita, pengalaman dan perilaku kita.

 

5.    Jelaskan apakah yang dimaksud dengan motivasi,  jelaskan tahapan proses motivasi.

 

Jawab :

Motivasi adalah faktor-faktor yang ada dalam diri seseorang yang menggerakkan dan mengarahkan perilakunya untuk memenuhi tujuan tertentu. Proses motivasi merupakan gabungan dari konsep kebutuhan, dorongan, tujuan dan imbalan.

 

Tahapan proses motivasi seseorang adalah sbb:

  1. Munculnya kebutuhan yang belum terpenuhi menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri seseorang dan berusaha untuk menguranginya dengan berpeirlaku tertentu;
  2. Mencari dan memilih cara-cara  untuk memuaskan kebutuhan;
  3. Mengarahkan perilakunya ke arah pencapaian tujuan atau prestasi dengan cara yang dipilh dengan didukung oleh kemampuan, keterampilan serta pengalaman;
  4. Penilaian prestasi dilakukan oleh diri sendiri maupun orang lain (atasan);
  5. Pemberian iambalan atau hukuman didasarkan kepada evaluasi atas prestasi yang dicapai;
  6. Menilai sejauh mana perilaku dan imbalan telah memuaskan kebutuhannya.

 

6.    Berbicara motivasi, ada dua kelompok teori motivasi, yaitu teori kepuasan dan teori proses. Sebutkan perbedaan karakteristik dari kedua teori tersebut dan sebutkan pula beberapa teori yang mendukungnya.

 

Jawab :

Teori  motivasi dan perbedaan karakteristiknya

Jenis

Karakteristik

Teori pendukung

Teori Kepuasan

Berkaitan dengan faktor-faktor yang membangkitkan atau memulai perilaku.

1.    Teori Hirarki Kebutuhan

2.    Teori ERG

3.    Teori Dua Faktor

4.    Teori Kebutuhan akan prestasi.

 

Teori Proses

Berkaitan dengan bagaimana perilaku digerakkan, diarahkan, didukung atau dihentikan

1.    Teori Pengharapan

2.    Teori Keadilan

3.    Teori Pengatan

4.    Teori Penetapan Tujuan.

 

 

7.    Diantara teori-teori yang mendukung teori kepuasan terdapat teori Hirarki kebutuhan dan Teori Erg, jelaskan perbedaan mendasar kedua pendapat teori tersebut mengenai hakikat kebutuhan manusia.

 

Jawab :

Perbedaan mendasar Teori Hirarki Kebutuhan dan Teori ERG

Teori Hirarki Kebutuhan

Teori ERG

1.    Menyatakan bahwa suatu kebutuhan  harus terpuaskan terlebih dahulu sebelum tingkat kebutuhan diatasnya muncul.

1.    Tidak menyatakan bahwa tingkat yang dibawah harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memuaskan tingkat kebutuhan diatasnya.

 

2.    Membagi kebutuhan menjadi lima hirarki yaitu Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs), Kebutuhan Rasa Aman (Security  Needs), Kebutuhan Sosial (Social Needs), Kebutuhan Penghargaan (Esteem Needs), Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization)

2.    Membagi kebutuhan menjadi tiga hirarki yaitu kebutuhan   akan   keberadaan   (existence needs),   kebutuhan   berhubungan (relatedness needs)  dan  kebutuhan  untuk  berkembang  (growth  needs).  

 

8.    Menurut Mc Cleland kebutuhan manusia terbagi kedalam tiga jenis kebutuhan, sebutkan ketiga jenis kebutuhan dimaksud dan karakteristiknya.

 

Jawab :

Tiga kebutuhan menurut Mc Clelland dan karakteristiknya

  1. Orang yang memiliki kebutuhan akan prestasi, memiliki karakteristik sbb :

a.    Memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas atau mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi;

b.    Cenderung menetapkan tingkat kesulitan tugas yang moderat dan menghitung risikonya;

c.    Memiliki keinginan yang kuat untuk memperoleh umpan balik atau tanggapan atas pelaksanaan tugasnya.

  1. Orang yang memiliki kebutuhan afiliasi yang tinggi, pada umumnya memiliki ciri-ciri sbb :

a.    Memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan restu dan ketentraman dari orang lain;

b.    Cenderung menyesuaikan diri dengan keinginan dan norma orang lain yang ada di lingkungannya;

c.    Memiliki perhatian yang sungguh-sungguh terhadap perasaan orang lain.

  1. Orang yang memiliki kebutuhan akan kekuasaan, mempunyai ciri/karakteristik sbb :

a.    Memiliki keinginan untuk mempengaruhi secara langsung orang lain;

b.    Memiliki keinginan untuk mengendalikan orang lain;

c.    Adanya suatu upaya untuk menjaga hubungan pimpinan dengan pengikut.

 

9.    Variabel kunci dalam teori pengharapan (Expectancy theoty) dan Edward Tolman adalah usaha yang dilakukan dan hasil yang akan diperoleh. Berikan penjelasan mengenai kedua variable tersebut.

 

Jawab :

Dua variabel kunci dalam teori pengharapan :

  1. Usaha (Effort ), usaha atau dorongan seseorang untuk bertindak tergantung pada:

a.    Pengharapan (Expectancy)  yaitu suatu keyakinan atau kemungkinan bahwa suatu usaha atau tindakan tertentu akan menghasilkan suatu tingkat prestasi tertentu;

b.    Instrumentalitas (Instrumentality) yaitu hubungan antara prestasi dengan hasil;

c.    Valensi (Valen) adalah nilai dari hasil yang berkaitan dengan kekuatan keinginan seseorang terhadap hasil tertentu.

  1. Hasil (Outcomes), merupakan tujuan akhir dari suatu perilaku tertentu, dibedakan atas:

a.    Hasil tingkat pertama (First-level outcome)  adalah hasil dari usaha seseorang dalam melakukan pekerjaan, seperti kuantitas produk yang dihasilkan, kualitas produksi, dan produktivitas kerja;

b.    Hasil tingkat kedua (Second-level outcome)  adalah kosekuensi dari hasil tingkat pertama atau merupakan tujuan akhir dari prestasi, meliputi upah, promosi, penghargaan dan imbalan lainnya.

 

10.  Dewasa ini seringnya terjadi stress dalam organisasi, sebutkan pengertian stress. Secara umum terdapat tiga komponen penyebab stress, jelaskan.

 

Jawab :

Stres adalah pengalaman yang bersifat internal yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis dalam diri seseorang sebagai akibat faktor lingkungan eksternal.

 

Terdapat tiga komponen penyebab stress :

a.    Komponen stimulus, meliputi kekuatan-kekuatan yang menyebabkan adanya ketegangan atau strss;

b.    Komponen respon, meliputi reaksi fisik, psikis atau perilaku terhadap stres;

c.    Komponen interaksi dari stres yaitu interaksi antara faktor stimulus dengan faktor respon dari stres.

 

11.  Sumber stress di tempat kerja terbagi dua, yaitu sumber stress dari luar dan sumber dari individu, berikan penjelasan.

 

Jawab :

Sumber stres di tempat kerja :

  1. Sumber stres dari luar, dibagi menjadi dua sumber yaitu :

a.    Sumber stres dari dalam organisasi yang meliputi :

-          Faktor lingkungan fisik yang meliputi cahaya, tingkat kebisingan dan suhu/temperatur udara;

-          Faktor pekerjaan yang meliputi konflik peran, ketidakjelasan tugas, beban tugas yang berlebihan, rasa tanggung jawab yang terlalu tinggi terhadap tugas, desakan waktu untuk penyelesaian suatu tugas;

-          Faktor Kelompok kerja, meliputi kurangnya kohesivitas, kurangnya dukungan kelompok, dan norma yang dianut kelompok;

-          Faktor Organisasi, meliputi kurangnya dukungan atasan, gaya kepemimpinan, dan struktur organisasi yang terlalu birokratis;

-          Faktor karir, meliputi saat awal bekerja, karir yang stagnan, pemecatan, dan purna tugas.

b.    Sumber stres ddari luar organisasi, antara lain:

-          Keadaan keluarga yang tidak harmonis;

-          Hubungan dengan masyarakat yang kurang baik;

-          Kondisi keuangan.

  1. Sumber individu, antara lain berhubungan dengan karakteristik seseorang seperti kepribadian, kebutuhan, nilai yang dianut, tujuan, umur dan kondisi kesehatan.

 

12.  Sebutkan dampak potensial akibat terjadi stress dan uraikan pula cara penanggulangannya.

 

Jawab :

Dampak potensial akibat stres  adalah:

  1. Dampak fisik, antara lain menurunnya kebugaran fisik, menurunnya tingkat kesehatan sehingga akan timbul penyakit-penyakit fisik.
  2. Dampak Psikologi, antara lain timbulnya ketidakpuasan kerja, emosi yang meledak-ledak,  peubahan perilaku dll;
  3. Dampak terhadap organisasi, akan mengakibatkan dampak negatif bagi organisasi yang diakibatkan antara lain, rendahnya produktivitas kerja, menurunnya disiplin pegawai dll.

 Cara penanggulangannya

 

Secara Individual

Secara Organisasi

1.    Meningkatkan keimanan;

2.    Melakukan meditasi dan pernapasan;

3.    Melakukan kegiatan olah raga;

4.    Melakukan relaksasi;

5.    Dukungan sosial dari teman-teman dan keluarga;

6.    Menghindari kebiasaan rutin yang membosankan.

1.    Melakukan perbaikan iklim organisasi;

2.    Melakukan perbaikan terhadap lingkungan fisik;

3.    Menyediakan sarana olah raga;

4.    Melakukan anlisis dan kejelasan tugas;

5.    Mengubah struktur dan proses organisasi;

6.    Meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan;

7.    Melakukan restrukturisasi tugas;

8.    Menerapkan konsep Manajemen Berdasarkan Sasaran.

 

 

 

13.  Proses pengambilan keputusan merupakan aktivitas yang fundamental dalam organisasi. Sebutkan elemen-elemen dasar dalam proses pengambilan keputusan.

 

Jawab :

Elemen-elemen dasar dalam pengambilan keputusan :

  1. Menetapkan tujuan, pengambil keputusan harus memiliki satu tujuan yang akan dicapai, sehingga bisa menilai alternatif atau memilih suatu tindakan;
  2. Mengidentifikasi permasalahan, pengambilan keputusan yang efektif memerlukan adanya identifikasi yang tepat atas penyebab permasalahan;
  3. Mengembangkan sejumlah alternatif,  pengambil keputusan harus mengkaji  semua alternatif pemecahan masalah yang potensial untuk menghasilkan keputusan yang rasional ;
  4. Penilaian dan pemilihan alternatif, semua alternatif pemecahan masalah dinilai dengan menggunakan metode/model/pengetahuan yang ada, alternatif terbaiklah yang dipilih;
  5. Melaksanakan keputusan, keputusan yang sudah diambil harus dilaksanakan dengan benar, karena keputusan tidak berarti apa-apa jika pelaksanaannya tidak benar.
  6. Evaluasi dan pengendalian, pelaksanaan keputusan bukan proses akhir, tetapi harus dilakukan pengendalian dan penilaian, sehingga akan memperoleh hasil sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. 

14.  Herbert Simon membedakan jenis keputusan menjadi dua, yaitu : keputusan yang diprogram dan keputusan yang tidak diprogram, jelaskan apa perbedaan diantara kedua jenis keputusan tersebut.

 

Jawab :

Perbedaan keputusan yang diprogram dan keputusan yang tidak diprogram

Keputusan yang diprogram

Keputusan yang tidak diprogram

1.    Keputusan yang bersifat rutin, terstruktur dan dilakukan secara berulang-ulang, sehingga dapat dikembangkan menjadi suatu prosedur tertentu;

2.    Pemegang tanggung jawab idealnya adalah manajer tingkat bawah;

3.    Contohnya adalah pelaksanaanujian tengah semester, pelaksanaan wisuda, penerimaan mahasiswa baru.

1.    Keputusan baru, tidak terstruktur dengan baik, tidak dapat diperkirakan sebelumnya, permasalahannya belum pernah terjadi dan permasalahan yang sangat unik dan komplek;

2.     Pemegang tanggung jawab idealnya adalah manajer tingkat atas;

3.    Contohnya adalah kasus tertangkapnya joki pada saat UMPTN.

 

 

15.  Faktor individual sangat besar pengaruhnya dalam pengambilan suatu keputusan, sebutkan 3 faktor individu utama yang mempengaruhi pengambilan keputusan dimaksud.

 

Jawab :

Tiga faktor individu utama yang mempengaruhi pengambilan keputusan:

  1. Nilai individu pengambil keputusan, nilai individu merupakan keyakinan dasar yang digunakan seseorang dalam proses pengambilan keputusan;
  2. Kepribadian, faktor ideologi vs kekuasaan dan emosional vs obyektivitas sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan;
  3. Kecenderungan terhadap pengambilan risiko, proses pengambilan keputusan sangat dipengaruhi oleh tingkat keberanian seseorang dalam mengambil risiko. 

16.  Pendapat umum menyatakan bahwa pengambilan keputusan oleh kelompok akan lebih akurat dibanding pengambilan keputusan oleh individu, namun sebagian orang berpendapat bahwa hal ini tidak sepenuhnya benar, jelaskan.

 

Jawab :

Alasan orang yang menyatakan bahwa tidak sepenuhnya keputusan kelompok lebih akurat adalah :

  1. Keputusan kelompok kadangkala bias, karena pendapat hanya didominasi oleh satu atau dua orang saja;
  2. Memerlukan waktu yang lama dalam proses pengambilan keputusan;
  3. Keunggulan atau superioritas keputusan kelompok tidak bersifat universal. 

17.  Ada tiga teknik pengambilan keputusan kelompok yang diharapkan dapat membantu organisasi membuat  keputusan yang efektif,  antara lain Teknik  Brainstorming dan Teknik Delphi, jelaskan perbedaan antara kedua jenis teknik pengambilan keputusan dimaksud.

 

Jawab :

Perbedaan antara Teknik Brainstorming dengan Teknik Delphi

Teknik Brainstorming

Teknik Delphi

1.    Proses pengambilan keputusan memerlukan interaksi tatap muka;

2.    Memerlukan waktu dan biaya untuk menghadiri rapat pada tempat tertentu

3.    Proses pengambilan keputusan bisa terpengaruh oleh seseorang yang mendominasi dan menimbulkan bias yang disebabkan oleh kepribadian seseorang;

4.    Proses pengambilan keputusan dapat berlangsung cepat, karena peserta berkumpul pada satu tempat sehingga pengumpulan informasi, perbaikan atas ide-ide, dan solusi yang dihasilkan lebih cepat. 

1.    Proses pengambilan keputusan tidak memerlukan interaksi tatap muka;

2.    Tidak memerlukan waktu dan biaya untuk menghadiri rapat pada tempat tertentu;

3.    Proses pengambilan keputusan tidak terpengaruh oleh seseorang yang mendominasi dan terhindar dari bias yang disebabkan oleh kepribadian seseorang;

 

4.    Proses pengambilan keputusan memerlukan waktu yang banyak, karena peserta tidak berkumpul pada satu tempat sehingga pengumpulan informasi, perbaikan atas ide-ide, dan solusi yang dihasilkan memerlukan waktu. 

 

 

18.  Dikenal adanya dua bentuk kelompok yaitu kelompok formal dan kelompok non formal, jelaskan perbedaannya.

 

Jawab :

Perbedaan antara Kelompok formal dan kelompok non formal

Kelompok formal

Kelompok non formal

1.    Sengaja dibentuk dengan keputusan manajer melalui bagan organisasi untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu secara efisien dan efektif;

2.    Dibagi menjadi dua kelompok:

a.    Kelompok komando(Command Group), kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi dan berfungsi melaksanakan tugas rutin organisasi.

b.    Kelompok Tugas (Task Group), kelompok yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu.

1.    Tidak sengaja dibentuk, muncul karena kebutuhan akan kontak sosial;

 

 

2.    Dibagi menjadi dua kelompok:

a.    Kelompok persaha karena kesamaan tentang suatu hal, seperti kesamaan hobi dll

b.    Kelompok kepentingan, kelompok yang berafiliasi untuk mencapai sasarann yang sama.

 

19.  Alasan seseorang untuk menjadi anggota kelompok berbeda-beda, sebutkan beberapa alasan utama seseorang menjadi anggota suatu kelompok.

 

Jawab :

Alasan-alasan seseorang menjadi anggota suatu kelompok :

  1. Kemanan, seseorang bergabung dalam suatu kelompok agar posisinya lebih kuat dan mendapatkan rasa aman;
  2. Afiliasi, dengan menjadi anggota kelompok, interaksi yang terjadi dapat lebih erat, akrab dan bersahabat;
  3. Kekuasaan,  bagi orang yang memiliki kebutuhan akan kekuasaan, kelompok merupakan wadah untuk pemenuhannya;
  4. Status, salah satu alasan seseorang bergabung dalam suatu kelompok adalah untuk mendapatkan status tertentu;
  5. Pencapaian tujuan, dengan bekerja bersama-sama dalam suatu kelompok, maka pencapain tujuan akan lebih mudah dicapai. 

20.  Tahap-tahap perkembangan sutu kelompok berbeda dengan kelompok yang lain, namun pada umumnya melalui tahapan perkembangan yang sama, sebutkan tahapan dimaksud.

 

Jawab :

Tahapan perkembangan suatu kelompok adalah :

  1. Tahap Orientasi, pada tahap ini masing-masing anggota kelompok mencoba untuk memahami tujuan kelompok dan peranan masing-masing , serta berusaha membantu kelompok untuk mencapai tujuan.
  2. Tahap Konfrontasi, pada tahap ini terjadi terjadi perjuangan untuk mendapatkan keukasaan dan pengaruh. Tantangan terhadap tujuan kelompok merupakan proses yang sehat  jika konflik tersebut menyebabkan meningkatnya kohesivitas dan penerimaan.
  3. Tahap Difrensiasi, pada tahap ini terjadi proses pengembangan kelompok, meliputi pembagian tugas dan tanggung jawab, penilaian prestasi masing-masing anggota kelompok. Perbedaan masing-masing individu diakui, dan tugas ditetapkan atas dasar keahlian dan kemampuan.
  4. Kolaborasi, pada tahap ini tercapai tingkat kematangan yang tinggi dari pengembangan kelompok, terjalin kekompakan dan komitmen yang tinggi terhadap organisasi. Perbedaan masing-masing individu dibiarkan terjadi, konflik yang terjadi diidentifikasi dan dipecahkan melalui diskusi untuk memperoleh solusi terbaik. 

21.  Kohesivitas/kepaduan antar anggota kelompok amat menentukan dalam menunjang kelancaran pencapaian tujua kelompok. Sebutkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan kohesivitas.

 

Jawab :

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kohesivitas adalah :

  1. Kesamaan nilai dan tujuan, adanya kesamaan sikap, nilai dan tujuan memiliki pengaruh yang kuat bagi terbentuknya kelompok dan kohesivitas kelompok;
  2. Keberhasilan dalam mencapai tujuan, keberhasilan mencapai tujuan yang penting dapat meningkatkan kesatuan kelompok, kepuasan kelompok dan membuat kelompok menjadi lebih menarik bagi anggotanya;
  3. Status kelompok, kelompok yang mempunyai status tinggi akan lebih menarik, menimbulkan kebanggaan dan kepuasan anggotanya bagi anggotanya.
  4. Penyelesaian perbedaan, penyelesaian yang mampu memuaskan semua anggota kelompok akan mampu meningkatkan kohesivitas;
  5. Kecocokan terhadap norma-norma, hal ini karena norma diterima sebagai alat untuk melindungi dan mempertahankan kelompok.
  6. Daya tarik pribadi, yaitu adanya kepercayaan timbal balik dan saling memberi dukungan. Daya tarik pribadi juga mampu mengatasi hambatan dalam pencapaian tujuan, pertumbuhan dan perkembangan pribadi;
  7. Persaingan antarkelompok, penerapan teknik desentralisasi dalam organisasi dapat meningkatkan keeratan dan kekompakan para anggota kelompok.
  8. Pengakuan dan penghargaan, hal ini dapat meningkatkan kebanggaan dan kesetiaan dari anggota kelompok

  

Faktor-faktor yang dapat menurunkan kohesivitas adalah :

  1. Ketidaksamaan tentang tujuan, hal ini dapat menimbulkan konflik yang dapat menurunkan tingkat kepaduan.
  2. Besarnya anggota kelompok, hal ini dapat menyebabkan interaksi antaranggota kelompok menurun.
  3. Pengalaman yang tidak menyenangkan dengan anggota kelompok;
  4. Persaingan intern antaranggota kelompok, hal ini dapat menyebabkan adanya konflik, permusuhan dan mendorong adanya perpecahan;
  5. Dominasi, hal ini akan memicu konflik dalam kelompok dan dapat menurunkan tingkat kepaduan.

 

Created : by arifin

 

2 komentar: